April 30, 2014

Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai
anak . Ayah ini sangat menyayangi anaknya . Di
suatu weekend , si ayah mengajak anaknya
untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang
sangat larut . Di tengah jalan , si anak melepas
seat beltnya karena merasa tidak nyaman . Si
ayah sudah menyuruhnya memasang kembali,
namun si anak tidak menurut .
Benar saja , di sebuah tikungan , sebuah mobil
lain melaju kencang tak terkendali . Ternyata
pengemudinya mabuk . Tabrakan tak
terhindarkan . Si ayah selamat , namun si anak
terpental keluar . Kepalanya membentur aspal ,
dan menderita gegar otak yang cukup parah .
Setelah berapa lama mendekam di rumah
sakit , akhirnya si anak siuman . Namun ia tidak
dapat melihat dan mendengar apapun. Buta
tuli . Si ayah dengan sedih, hanya bisa
memeluk erat anaknya , karena ia tahu hanya
sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya
rasakan .
Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya
yang buta- tuli ini. Dia senantiasa menjaga
anaknya . Suatu saat si anak kepanasan dan
minta es , si ayah diam saja . Sebab ia melihat
anaknya sedang demam , dan es akan
memperparah demam anaknya . Di suatu
musim dingin , si anak memaksa berjalan ke
tempat yang hangat , namun si ayah menarik
keras sampai melukai tangan si anak , karena
ternyata tempat ‘ hangat ’ tersebut tidak jauh
dari sebuah gedung yang terbakar hebat .
Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya
membuang liontin kesukaannya . Si anak
sangat marah , namun sang ayah hanya bisa
menghela nafas. Komunikasinya terbatas .
Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin
yang tajam itu sudah berkarat. , namun apa
daya si anak tidak dapat mendengar , hanya
dapat merasakan . Ia hanya bisa berharap
anaknya sepenuhnya percaya kalau papanya
hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.
Saat -saat paling bahagia si ayah adalah saat
dia mendengar anaknya mengutarakan
perasaannya , isi hatinya. Saat anaknya
mendiamkan dia , dia merasa tersiksa , namun
ia senantiasa berada disamping anaknya , setia
menjaganya . Dia hanya bisa berdoa dan
berharap, kalau suatu saat Tuhan boleh
memberi mujizat. Setiap hari jam 4 pagi , dia
bangun untuk mendoakan kesembuhan
anaknya . Setiap hari .
Beberapa tahun berlalu . Di suatu pagi yang
cerah , sayup -sayup bunyi kicauan burung
membangunkan si anak . Ternyata
pendengarannya pulih ! Anak itu berteriak
kegirangan , sampai mengejutkan si ayah yg
tertidur di sampingnya . Kemudian disusul oleh
pengelihatannya . Ternyata Tuhan telah
mengabulkan doa sang ayah . Melihat rambut
ayahnya yang telah memutih dan tangan sang
ayah yg telah mengeras penuh luka , si anak
memeluk erat sang ayah, sambil berkata .
“ Ayah , terima kasih ya, selama ini engkau telah
setia menjagaku . ”

Cerita ini diambil dari michaelyamin.net

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © TCK Animation HD - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -