July 15, 2015

Berhubung hal-hal berbau Jejepangan gak cuma seputar ngidol dan nganime doang, serta musik Jepang gak cuma JPop doang :3

Visual Kei mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri. Berikut jenis-jenis dari VK~

01. Kote
Sub-genres : Gothic, Iryou, Tanbi

Kata Kote sendiri lebih merujuk pada
style yang terkesan rumit dan detail banget. Kote juga diklasifikasikan kedalam classic visual look.
Dari segi musik, Kote dibagi dua:
> Kuro: biasanya mainin root musik metal atau at least condong ke arah jenis musik progressive.
> Shiro: biasanya musiknya lebih melodius dan colorful.

Sub-genre-nya ada 3:
> Gothic: berpakaian ala Gothic
> Iryou: berpakaian ala dokter/perawat
> Tanbi: berpakaian ala era Victoria

02. Dark Visual
Sub-genres : Ankoku, Kurofuku, Nagoya

Dark Visual sebenarnya meliputi berbagai jenis musik sama style. Tapi kalo secara umum, genre ini ditunjukkan dengan gaya berpakaian hitam atau warna yang nunjukin kesan dark, sama mainin musik heavy.

Sub-genre:
> Ankoku: merujuk ke jenis musik yang lebih mellow
> Kurofuku:  yang simplenya merujuk ke style black suit gitugitu.
> Nagoya: merujuk ke band-band VK yang dari daerah Nagoya dan sekitarnya.

03. Oshare
Band-band Oshare-kei ini mainin lagu-lagu dengan tema positif dan upbeat. Stylenya terkesan ceria, pake warna-warna cerah gitu. Atau bisa juga stylenya simple ala ala street clothing.

04. Koteosa
Koteosa adalah major genre yang cakupannya paling luas diantara yang lainnya. Namanya itu gabungan dari Kote dan Oshare. Band-band Koteosa berpakaian ala Oshare tapi mainin segala jenis genre musik. Biasanya, band-band Koteosa adalah memulai dari indie dan kemudian merubah sedikit sound sama stylenya saat bergabung dengan major label agar makin gede pasarnya.

05. Shironuri
Sub-genres : Chikashitsu, Misshitsu, Angura, Eroguro

Shironuri bisa juga berarti "white face". Maksudnya memang genre ini memfokuskan pemakaian make-up yang kontras antara putih dan hitam dengan pakaian yang terkesan dark atau biasanya mengambil tema pakaian tradisional Jepang. Dari segi musik sendiri sebenarnya beragam sehingga
genre ini memang betul-betul diklasifikasikan dari segi style-nya.

06. Uchikomi
Sub-genres : Pikopiko, Oshibai

Major genre yang satu ini merujuk pada elemen techno/mechanical music yang dibuat dengan programming atau memasukkan unsur synthesizers dan semacamnya. Uchikomi kadang bisa disamain sama Shironuri, tapi gaya berpakaian band-band Uchikomi lebih “menyimpang” atau disesuaikan dengan tema tertentu.

Sub-genre:
> Pikopiko: merujuk pada band yang tidak memakai instrumen apapun dalam bermusik seperti FLOPPY
> Oshibai: band-band yang stylenya bertema (kini sudah sangat langka sekali) seperti Uchuu Sentai NOIZ dan Mix Speaker's, Inc. (Dua-duanya Soreiyu suka nih, tapi cintanya lebih banyak ke Uchuu Sentai Noiz)

07. Sofubi

Sofubi berarti "soft beat", band-band Sofubi ini mainin rock secara soft /lembut. Banyak juga dari mereka yang memasukkan unsur jazz atau blues. Kebalikan dari Shironuri, Sofubi-kei justru penilaiannya lebih condong ke segi musik karena fashion style band ini dapat bervariasi; ada band yang lebih condong ke Oshare, ada juga yang lebih darker. Sub-genre Kayou rock sendiri bisa diartikan "ballad rock".
08. V-Rock

Major genre yang baru dari segi kemunculannya dan menganut paham "less visual". Maksudnya, unsur visual baik dalam lagu maupun stylenya sedikit. Band-band V-Rock dapat memainkan berbagai jenis aliran musik dan bisa jadi menyimpang dari major genre sebenarnya namun tidak jauh dari toned-down style . Pada dasarnya, band-band berkategori V-Rock, “semelencneg” apapun musik mereka, tetap masih dapat ditebak ke-V-Rock-annya.

09. Pioneers
Sebenarnya tidak terlalu tepat juga bila disebut major genre, soalnya istilah Pioneers sendiri (bila dalam bahasa Inggris) merujuk pada pelopor suatu hal. Dalam hal ini adalah pelopor genre VKei pada era 80-an seperti X JAPAN atau BUCK-TICK, dan lain sebagainya. Dulu, band-band tersebut tidak dikategorikan sebagai musisi V-Kei karena (kebanyakan) memainkan musik-musik power/heavy metal dengan style yang juga khas west metal . Dan akhirnya seperti yang kalian tahu, X JAPAN mempelopori pemakaian istilah Visual Shock yang kemudian dirubah menjadi Visual Kei; seperti yang kita tahu sekarang.

Sejarah yang “melahirkan” adanya Visual Kei sebenarnya bermula saat Jepang mengalami perubahan besar-besaran usai Perang Dunia II. Saat itu ada suatu komunitas yang ‘terbuang’ dari masyarakat. Komunitas ini tidak hanya berbicara melalui mulut dan tulisan, tapi juga lewat penampilan. Komunitas yang mayoritasnya laki-laki itu tampil dengan mengenakan berbagai macam aksesoris dan berdandan maupun berperilaku layaknya perempuan. Lewat apa yang mereka pakai, mereka berbicara tentang segala hal. Mulai dari politik, segala under pressure, hingga masalah-masalah psikologis. Sampai sekarang, banyak banget lagu-lagu VK yang maknanya deep banget kalau kita dalami.

Suka rock atau visual kei?

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © TCK Animation HD - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -